Sabtu, 08 Desember 2012

INVESTASI BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN


INVESTASI BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Sebenarnya setiap orang dapat berinvestasi. Tidak peduli berapapun penghasilannya.Sayangnya hingga kini masih banyak yang beranggapan berinvestsi dikala ada sisa uang di kantong. Padahal investasi seharusnya dialokasikan terlebih dahulu bukan menunggu pendapatan. Seiring dengan pepatah ”pay yourself fist
Hal yang penting dalam berinvestasi adalah berapa jumlah yang dialokasikan, bukan berapa jumlah pendapatan seseorang baik orang itu adalah pegawai negeri, karyawan swasta maupun orang yang sudah berduit sekalipun.
Kebanyakan orang ngeri ketika mendengar investasi “ah penghasilan segini mau investasi atau belum ada sisa untuk investasi atau harus sedia berapa puluh juta untuk investsi.
Ungkapan itu sering terdengar, masih banyak orang mengira berinvestsi haruslah memiliki pendapatan besar atau harus mengalokasikan dana dalam jumlah besar. Pemikiran seperti inilah yang membuat banyak orang tidak mau mulai menata masa depan finansialnya, akhirnya  hanyalah mengeluh tidak dapat mencukupi kebutuhan dan mulai menyalahkan pihak lain. Padahal setiap individu bertanggung jawab atas masa depannya sendiri termasuk masa depan finansialnya, bukan orang lain atau perusahaan tempatnya bekerja.
Sebenarnya beragam instrumen investasi dapat dijadikan sarana mencapai tujuan finansial kita. Mulai dari investasi reksa dana yang dimulai dari Rp 100.000 hingga investasi yang canggih dan rumit seperti transaksi derivatif di pasar komoditas dan memerlukan uang banyak seperti investasi pada properti.

BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keuangan pribadi termasuk soal investasi juga menjadi salah satu kendala seseorang dalam menata sisi finansialnya. Banyak orang beranggapan akan mulai menabung atau berinvestsi nanti jika pendpatan nya sudah besar. Tetapi sebenarnya semakin besar pendapatan semakin besar pula pengeluaran kita. Misalnya dengan pendapatan satu juta rupiah per bulan, seorang karyawan cukup naik angkutan umum kekantornya karena biaya murah. Ketika pendapatan naik dan dia sanggup mencicil sepeda motor pengeluarannya akan bertambah untuk membeli bensin,oli perawatan motor dan lainnya. Ketika gajinya semakin besar keinginanya untuk membeli mobil muncul padahal biaya yang harus dikeluarkan pun bertambah. Berbagai cara memang dapat dilakukan untuk memperoleh masa depan keuangan yang lebih cerah .masa depan tersebut tergantung bagaimana kita menyikapinya dan bertindak untuk memulai investasi. Berinvestsi Rp 100.000 per bulan secara teratur setiap bulan selama 20 tahun denganimbal hasil 25 persen sudah dapat Rp 1miliar. kalau uang yang disisihkan dinaikan menjadi 500.000 per bulan dana sebesar 1 miliar dapat dicapai dalam waktu 15 tahun dengan asumsi tingkat imbal hasil sebesar 25 persen juga.

Jadi pilih mana mulai berinvestasi teratur atau selalu mengeluh tidak dapat memenuhi berbagai kebutuhan?

Joice Tauris Santi  (kompas 26 feb 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar