INVESTASI BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Sebenarnya
setiap orang dapat berinvestasi. Tidak peduli berapapun
penghasilannya.Sayangnya hingga kini masih banyak yang beranggapan berinvestsi
dikala ada sisa uang di kantong. Padahal investasi seharusnya dialokasikan
terlebih dahulu bukan menunggu pendapatan. Seiring dengan pepatah ”pay
yourself fist”
Hal yang penting
dalam berinvestasi adalah berapa jumlah yang dialokasikan, bukan berapa jumlah
pendapatan seseorang baik orang itu adalah pegawai negeri, karyawan swasta
maupun orang yang sudah berduit sekalipun.
Kebanyakan orang
ngeri ketika mendengar investasi “ah penghasilan segini mau investasi atau
belum ada sisa untuk investasi atau harus sedia berapa puluh juta untuk
investsi.
Ungkapan itu
sering terdengar, masih banyak orang mengira berinvestsi haruslah memiliki
pendapatan besar atau harus mengalokasikan dana dalam jumlah besar. Pemikiran
seperti inilah yang membuat banyak orang tidak mau mulai menata masa depan
finansialnya, akhirnya hanyalah mengeluh
tidak dapat mencukupi kebutuhan dan mulai menyalahkan pihak lain. Padahal
setiap individu bertanggung jawab atas masa depannya sendiri termasuk masa
depan finansialnya, bukan orang lain atau perusahaan tempatnya bekerja.
Sebenarnya
beragam instrumen investasi dapat dijadikan sarana mencapai tujuan finansial
kita. Mulai dari investasi reksa dana yang dimulai dari Rp 100.000 hingga
investasi yang canggih dan rumit seperti transaksi derivatif di pasar komoditas
dan memerlukan uang banyak seperti investasi pada properti.
BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Kurangnya
pengetahuan mengenai perencanaan keuangan pribadi termasuk soal investasi juga
menjadi salah satu kendala seseorang dalam menata sisi finansialnya. Banyak
orang beranggapan akan mulai menabung atau berinvestsi nanti jika pendpatan nya
sudah besar. Tetapi sebenarnya semakin besar pendapatan semakin besar pula
pengeluaran kita. Misalnya dengan pendapatan satu juta rupiah per bulan,
seorang karyawan cukup naik angkutan umum kekantornya karena biaya murah. Ketika
pendapatan naik dan dia sanggup mencicil sepeda motor pengeluarannya akan
bertambah untuk membeli bensin,oli perawatan motor dan lainnya. Ketika gajinya
semakin besar keinginanya untuk membeli mobil muncul padahal biaya yang harus
dikeluarkan pun bertambah. Berbagai cara memang dapat dilakukan untuk
memperoleh masa depan keuangan yang lebih cerah .masa depan tersebut tergantung
bagaimana kita menyikapinya dan bertindak untuk memulai investasi. Berinvestsi
Rp 100.000 per bulan secara teratur setiap bulan selama 20 tahun denganimbal
hasil 25 persen sudah dapat Rp 1miliar. kalau uang yang disisihkan dinaikan
menjadi 500.000 per bulan dana sebesar 1 miliar dapat dicapai dalam waktu 15
tahun dengan asumsi tingkat imbal hasil sebesar 25 persen juga.
Jadi pilih mana mulai berinvestasi teratur
atau selalu mengeluh tidak dapat memenuhi berbagai kebutuhan?
Joice Tauris Santi
(kompas 26 feb 2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar