MERENCANAKAN KEUANGAN PERTIMBANGKAN
USIA
Setiap
orang memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi sehingga menuntut kapasitas
keuangan yang mencukupi. Satu-satunya cara untuk memenuhi semua keinginan itu
adalah dengan berinvestasi. Inilah cara yang memungkinkan untuk memupuk uang
hingga jumlah yang dianggapnya cukup. namun pada saat yang sama mereka juga
memilki keterbatasan dalam hal menanggung resiko kerugian yang mungkin terjadi.
Pada
posisi inilah setiap individu perlu mengenal empat tingkat kehidupan manusia
yang selalu digunakan perencana keuangan dalam menentukan instrumen keuangan
paling tepat. Karena dengan mengenal tingkat kehidupan ini seseorang dapat
mengerti tingginya resiko yang sanggup dia hadapi. Ini juga perlu untuk menakar
gairah dalam menghasilkan keuntungan berdasarkan usia. Adapun tingkat kehidupan
yang dimaksud meliputi:
- Masa Akumulasi
Golongan
pertama dalam tingkat kehidupan adalah orang yang berusia 20 – 35 tahun mereka
dalam masa akumulasi sebab inilah awal karir seorang. Pada saat ini orang
biasanya sudah berkeluarga dan memiliki anak yang masih kecil, serta memiliki
tabungan dari gaji tetapnya. Biasanya pendapatan lebih besar dibanding
pengeluaran, karena biaya pendidikan anak masih rendah sehingga kerap
digolongkan sebagai golden age
Orang
yang berada pada usia ini disarankan menanamkan uangnya pada instrumen
investasi yang menjanjikan imbal hasil yang tinggi biasanya saham. Atau kalau
tidak ingin terlalu beresiko reksa dana saham.
rekomendasi
komposisi portofolio untuk golongan ini kira kira di saham 75 persen dari
jumlah investasi , surat utang 20 persen dan pasar uang 5 persen.
- Masa Konsolidasi
Kemudian
memasuki usia 36 tahun hingga 52 tahun seseorang memasuki masa konsolidasi,
pada rentang usia ini biasanya orang menduduki posisi menengah hingga atas dalam
tingkat karirnya telah menikah cukup lama
memiliki kelebihan dari gaji atau keuntungan bisnis yang dikelolanya
namun pada saat yang sama berbagai kewajiban pun mulai mengejar. Orang harus
berfikir keras agar tetap mampu menyisihkan tabungan mendekati usia 52 tahun
itu artinya mendekati masa pensiun dibutuhkan pola kehidupan yang sehat secara
finansial karena itu komposisi portofolio berubah. Investasi saham disarankan
menjadi 60 persen, obligasi 35 persen dan pasar uang 5 persen.
- Masa Spending
Beranjak
memasuki usia 53 sampai dengan 65 tahun yaitu masa spending (menikmati hasil
kerja untuk bebrbelanja) karena sudah memasuki masa pensiun atas dasar itu
pendapatan mulai berkurang drastis sehingga bergantung pada tabungan yang
dihimpun selama masa akumulasi dan konsolidasi.
Pada
masa ini komposisi portfolio disarankan lebih besar ke instrumen keuangan yang
memberikan tingkat pengembalian tetap yakni obligasi. Itu perlu karena resiko
kerugian diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga komposisi
portofolionya adalah sa saham 30 persen pasar uang 5 persen dan obligasi 65
persen.
Pilihan
instrumen investasi bervarisi bergantung pada karakter investor yang biasanya
berkorelasi dengan usia dan tujuan dilakukannya investasi. Semua pilihan investasi
itu mengandung resiko sesuai dengan prinsip investasi high risk high return.
BalasHapusThanks infonya. Oiya, saya nemu artikel keren nih yang ngebahas tentang peluang milenial untuk bisa sukses dengan P2P Lending. Cek di sini ya: Wah, P2P Lending bisa bikin milenial kaya!