Sabtu, 08 Desember 2012

MERENCANAKAN KEUANGAN PERTIMBANGKAN USIA


MERENCANAKAN KEUANGAN PERTIMBANGKAN USIA
Setiap orang memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi sehingga menuntut kapasitas keuangan yang mencukupi. Satu-satunya cara untuk memenuhi semua keinginan itu adalah dengan berinvestasi. Inilah cara yang memungkinkan untuk memupuk uang hingga jumlah yang dianggapnya cukup. namun pada saat yang sama mereka juga memilki keterbatasan dalam hal menanggung resiko kerugian yang mungkin terjadi.
Pada posisi inilah setiap individu perlu mengenal empat tingkat kehidupan manusia yang selalu digunakan perencana keuangan dalam menentukan instrumen keuangan paling tepat. Karena dengan mengenal tingkat kehidupan ini seseorang dapat mengerti tingginya resiko yang sanggup dia hadapi. Ini juga perlu untuk menakar gairah dalam menghasilkan keuntungan berdasarkan usia. Adapun tingkat kehidupan yang dimaksud meliputi:
  • Masa Akumulasi
Golongan pertama dalam tingkat kehidupan adalah orang yang berusia 20 – 35 tahun mereka dalam masa akumulasi sebab inilah awal karir seorang. Pada saat ini orang biasanya sudah berkeluarga dan memiliki anak yang masih kecil, serta memiliki tabungan dari gaji tetapnya. Biasanya pendapatan lebih besar dibanding pengeluaran, karena biaya pendidikan anak masih rendah sehingga kerap digolongkan sebagai golden age
Orang yang berada pada usia ini disarankan menanamkan uangnya pada instrumen investasi yang menjanjikan imbal hasil yang tinggi biasanya saham. Atau kalau tidak ingin terlalu beresiko reksa dana saham.
rekomendasi komposisi portofolio untuk golongan ini kira kira di saham 75 persen dari jumlah investasi , surat utang 20 persen dan pasar uang 5 persen.

  • Masa Konsolidasi
Kemudian memasuki usia 36 tahun hingga 52 tahun seseorang memasuki masa konsolidasi, pada rentang usia ini biasanya orang menduduki posisi menengah hingga atas dalam tingkat karirnya telah menikah cukup lama  memiliki kelebihan dari gaji atau keuntungan bisnis yang dikelolanya namun pada saat yang sama berbagai kewajiban pun mulai mengejar. Orang harus berfikir keras agar tetap mampu menyisihkan tabungan mendekati usia 52 tahun itu artinya mendekati masa pensiun dibutuhkan pola kehidupan yang sehat secara finansial karena itu komposisi portofolio berubah. Investasi saham disarankan menjadi 60 persen, obligasi 35 persen dan pasar uang 5 persen.

  • Masa Spending
Beranjak memasuki usia 53 sampai dengan 65 tahun yaitu masa spending (menikmati hasil kerja untuk bebrbelanja) karena sudah memasuki masa pensiun atas dasar itu pendapatan mulai berkurang drastis sehingga bergantung pada tabungan yang dihimpun selama masa akumulasi dan konsolidasi.
Pada masa ini komposisi portfolio disarankan lebih besar ke instrumen keuangan yang memberikan tingkat pengembalian tetap yakni obligasi. Itu perlu karena resiko kerugian diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga komposisi portofolionya adalah sa saham 30 persen pasar uang 5 persen dan obligasi 65 persen.
Pilihan instrumen investasi bervarisi bergantung pada karakter investor yang biasanya berkorelasi dengan usia dan tujuan dilakukannya investasi. Semua pilihan investasi itu mengandung resiko sesuai dengan prinsip investasi high risk high return.

1 komentar:


  1. Thanks infonya. Oiya, saya nemu artikel keren nih yang ngebahas tentang peluang milenial untuk bisa sukses dengan P2P Lending. Cek di sini ya: Wah, P2P Lending bisa bikin milenial kaya!

    BalasHapus